Realisasi Pajak Tumbuh 25 Persen, Setoran Masih Kurang Rp407 Triliun dari Target

Pembca setia Kabar-kabin, dimanapun anda berada.Berbagai isu terhangat dan bahkan terhebong sepanjang masa kami mencobanya untuk menyajikanya buat para pembaca semuanya. Dengan harapan informasinya bisa tersalurkan sengna benar dan seutuhnya. Dan sebagai contoh seperti peristiwa Realisasi Pajak Tumbuh 25 Persen, Setoran Masih Kurang Rp407 Triliun dari Target yang baru-baru ini bikin heboh jagat dunia manya dan kaum sosail media, yang suguh menggelitik dan menarik untuk diperbincangkanya

Dan tidak hanya keseruan Realisasi Pajak Tumbuh 25 Persen, Setoran Masih Kurang Rp407 Triliun dari Target saja bahkan rasa penarasan bagi seorang yang mendengarnyapun ikut atusias untuk menyanggah dalam tiap perdebatan di sosmed itu. Barbagai sanggahan kritikan yang membangun atau sebaliknya bertebaran di situ. Dan untuk itu alangkah baiknya cermati terlebih dahulu kebebaranya ya, Jangan langsung percaya saja. Dan berikut ulasanya.

Baca juga:



JAKARTA, LAMPUNGUPDATE.COM - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyebutkan, dibandingkan bulan sebelumnya realisasi penerimaan pajak pada Oktober 2017 tumbuh 25 persen.

"Bulan ini saja, kita masih tumbuh di atas 25 persen, secara bulanan ya. Artinya memang masih cukup signifikan. PPN-nya masih tumbuh 20 persenan, PPh juga masih positif lah," kata Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak DJP Yon Arsal saat jumpa pers di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan data Ditjen Pajak, untuk September 2017, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp84,7 triliun. Pada Oktober 2017, jika meningkat 25% berarti ada kenaikan Rp21,175 triliun menjadi Rp105,87 triliun.

Apabila ditotal dengan realisasi penerimaan pajak per September 2017, maka realisasi penerimaan pajak hingga kini mencapai Rp876,58 triliun atau 68,29% dari target penerimaan pajak 2017 Rp1.283,6 triliun.

Sebelumnya, pada awal Oktober lalu DJP telah mengumumkan realisasi penerimaan pajak dari Januari hingga September 2017 yang mencapai Rp770,7 triliun atau 60% dari target penerimaan pajak 2017 Rp1.283,6 triliun.

Secara tahunan, realisasi tersebut mengalami koreksi -2,79%. DJP menyebut, pertumbuhan negatif penerimaan DJP lebih disebabkan adanya penerimaan yang tidak berulang, yaitu Uang Tebusan & PPh Final Revaluasi, dan beda waktu pencairan PBB & PPh Ditanggung Pemerintah (DTP) yang nilainya signifikan. Pertumbuhan non PPh Migas di luar uang tebusan dan di luar seluruh penerimaan yang tidak berulang dan beda waktu tersebut sebesar 12,6%.

Penerimaan DJP di luar PPh Migas sebesar Rp732,1 triliun atau 59% dari target APBN-P 2017 dengan pertumbuhan -4,70% (y-o-y). PPh Non Migas sendiri sebesar Rp 418 triliun atau 56,3% dari target APBN-P 2017 dengan pertumbuhan -12,32% (y-o-y). Sementara itu PPN dan PPnBM sebesar Rp307,3 triliun atau 64,6% dari target APBN-P 2017 dengan pertumbuhan 13,7% (y-o-y). (*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Realisasi Pajak Tumbuh 25 Persen, Setoran Masih Kurang Rp407 Triliun dari Target"

Posting Komentar